UKT & LKPTS: 250 Siswa dan Kader Tapak Suci Pesawaran Siap Naik Level

Pimpinan Daerah (PIMDA) 283 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Pesawaran kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan kader melalui pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dan Latihan Kader Pimpinan Tapak Suci (LKPTS) yang diikuti oleh ±250 peserta dari berbagai cabang latihan se-Kabupaten Pesawaran.

Kegiatan UKT dilaksanakan pada tanggal 25–26 April 2026, bertempat di Komplek PDM Pesawaran (SMP Muhammadiyah Gedong Tataan). Sejak hari pertama, kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat, diikuti oleh peserta dari berbagai tingkatan yang telah memenuhi persyaratan administrasi maupun teknis untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat.

UKT merupakan tahapan penting dalam sistem pembinaan Tapak Suci yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknik pencak silat, tetapi juga menekankan pada pembentukan karakter dan ideologi kader. Dalam proses ujian, peserta diuji melalui berbagai materi yang mencakup pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai landasan ideologis, penguasaan ilmu pencak silat sebagai kompetensi utama, pengetahuan organisasi sebagai bekal berkhidmat di persyarikatan, pembinaan fisik dan mental untuk membentuk ketangguhan diri, serta kesehatan olahraga sebagai penunjang performa dan kebugaran.

Khusus bagi peserta UKT Siswa 4 menuju Kader Dasar, diberikan tambahan materi berupa penyusunan karya tulis. Materi ini dimaksudkan untuk melatih kemampuan analisis, pola pikir kritis, serta memperdalam pemahaman peserta terhadap nilai-nilai Tapak Suci dan Muhammadiyah, sehingga mereka tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga matang secara intelektual dan ideologis dalam memasuki jenjang kader.

Setelah rangkaian UKT selesai, peserta yang dinyatakan lulus dan mencapai tingkat Kader Dasar tidak berhenti pada tahap tersebut. Mereka langsung melanjutkan ke jenjang pembinaan berikutnya melalui kegiatan Latihan Kader Pimpinan Tapak Suci (LKPTS). Program ini dirancang sebagai proses kaderisasi lanjutan yang berorientasi pada pembentukan jiwa kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta penguatan komitmen dalam berorganisasi.

Pelaksanaan LKPTS dilakukan secara bertahap dan terstruktur, dengan sistem pertemuan rutin setiap pekan dengan total durasi mencapai 100 jam pelatihan. Pola pembelajaran ini memungkinkan peserta untuk mengikuti proses kaderisasi secara berkesinambungan tanpa mengganggu aktivitas utama mereka, sekaligus memberikan ruang bagi internalisasi nilai dan praktik kepemimpinan secara lebih mendalam.

Ketua Umum PIMDA 283 Tapak Suci Pesawaran, Yuber Abadi, K.Ka., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan UKT dan LKPTS merupakan bagian integral dari upaya organisasi dalam menjaga kualitas dan kesinambungan kader.

“Tapak Suci tidak hanya mencetak pesilat, tetapi juga kader yang memiliki kepribadian Islami, berakhlak mulia, serta mampu berperan aktif dalam persyarikatan dan masyarakat. Melalui UKT dan LKPTS ini, kami ingin memastikan bahwa setiap jenjang yang dilalui benar-benar menghasilkan kader yang siap melanjutkan perjuangan organisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, M. Kholid Ihsani, K.Ua., menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang, mulai dari aspek teknis pelaksanaan, kesiapan penguji, hingga sistem penilaian yang mengacu pada standar yang telah ditetapkan oleh organisasi.

“Kami berupaya menghadirkan proses ujian dan pelatihan yang objektif, terukur, serta mampu menggambarkan kemampuan peserta secara menyeluruh, baik dari sisi fisik, pengetahuan, maupun sikap dan kepribadian,” jelasnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pesawaran, para pelatih, serta seluruh panitia yang terlibat. Sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan kegiatan yang berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif.

Dengan terselenggaranya UKT dan LKPTS ini, PIMDA 283 Tapak Suci Pesawaran kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pembinaan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kokoh dalam iman, disiplin dalam sikap, serta siap mengemban amanah kepemimpinan di masa yang akan datang.